Sabtu, 10 Maret 2012

BELAJAR BAHASA ARAP

Dalam bahasa Arab Dalam bahasa Indonesia
Mar-haba Halo
Ahlan-Wa-Sahlan Selamat datang
Shukran Terimakasih
Aasif Maaf
Afwan Permisi
Kam Berapa?
Na'am Ya
La Tidak
Mabruuk Selamat
Yamiin Kanan (arah)
Yasar Kiri
Ana Saya
Anta(p) / anti (w) Anda

Kalimat yang Sering Digunakan
Kalimat Artinya
As-salaam-alaikum Assalamu'alaikum (keselamatan atasmu (salam dalam Islam)
Kaifa-haluk? Bagaimana kabarmu?
Kam-is-sa'ah? Jam berapa sekarang?
Al-hamdu- lillah Alhamdulillah (sering digunakan sebagai jawaban untuk "bagaimana kabarmu?")
Ma'as-salama Selamat tinggal


Catatan: Jenis huruf yang digunakan dalam tulisan Arab pada tutorial ini disebut Nasekh, merupakan jenis huruf yang umum digunakan dalam bahasa Arab dan merupakan jenis huruf yang paling jelas (jenis ini digunakan dalam buku-buku cetak, surat kabar dan dokumen).
Jika Anda menemukan tulisan Arab yang sukar dibaca, kemungkinan tulisan tersebut menggunakan jenis yang lain (yang bisa sangat berbeda dari Nashek). Contohnya: berikut ini adalah dua tulisan Islami dalam bahasa Arab yang menggunakan jenis tulisan yang indah.

Allahu-Akbar

PRODUK KERUPUK SUSU

Apa yang terfikir jika mendengar kata“Empat Sehat Lima Sempurna”? Tentu saja itu adalah menu makanan sehat yang terdiri dari nasi, sayuran, lauk-pauk, buah – buahan dan susu. Susu memang layak menjadi penyempurna karena susu memiliki kandungan nutrisi yang lengkap dibandingkan minuman lainnya sehingga susu memiliki banyak khasiat yang sangat bermanfaat bagi tubuh.Namun demikian, susu juga merupakan produk yang mudah rusak, sehingga memerlukan penanganan dan pengolahan secara cepat. Transportasi dan penyimpanan, merupakan faktor kritis yang berpengaruh terhadap mutu susu. Usaha − usaha pengolahan susu semakin berkembang pada skala rumah tangga dan skala kecil dengan berbagai ragam produk olahannya.
Susu dapat diolah menjadi permen caramel, dodol, yoghurt, kerupuk susu dan lain – lain. Jika dodol susu dan permen karamel dibuat dari susu murni berkualitas, pembuatan kerupuk susu justru memanfaatkan susu yang tidak memenuhi standar kualitas atau diistilahkan dengan susu pecah.
Pengolahan susu pecah menjadi kerupuk susu  dapat dilakukan di sentra – sentra penghasil susu seperti Boyolali. Petani yang susu ternaknya tidak memenuhi standar Koperasi Pengolah Susu (KPS), dapat tetap memanfaatkan susu pecah tersebut. Usaha ini merupakan solusi pemanfaatan bahan kualitas rendah, untuk dijadikan olahan kualitas tinggi dan lebih berdaya saing serta mengurangi ketergantungan kepada Koperasi Pengolah Susu (KPS).
Disamping itu pemanfaatan susu pecah bertujuan untuk meningkatkan kandungan protein dari kerupuk. Kerupuk susu merupkan kerupuk yang dibuat dengan penambahan susu sebagai sumber protein yang mengandung mineral-mineral yang dibutuhkan oleh tubuh seperti kalsium, fospor, dll. Sehingga dengan mengonsumsi kerupuk susu maka diharapkan akan didapatkan manfaat tidak hanya karbohidrat, tetapi juga kandungan protein yang tinggi yang terkandung didalamnya. Dengan proses pengolahan pangan yang tepat kerupuk susu dapat bertahan hingga berbulan-bulan tanpa bahan pengawet.
Bahan:
  1. susu pecah
  2. gram tepung tapioka
  3. butir kuning telur
  4. gula
  5. garam
  6. ketumbar
  7. bawang putih
Langkah- langkah pembuatan kerupuk susu adalah:
  1. Rebus 1 liter  Susu pecah hingga kempel (tahu susu)
  2. Campurkan susu tadi dengan 60 gram tepung tapioka, 1 butir kuning telur serta bumbu.
  3. Uleni adonan tersebut hingga homogen (rata)
  4. Bungkus adonan dengan daun pisang seperti membuat lemper
  5. Kukus di atas dandang sampai masak kurang lebih satu jam
  6. Setelah masak, adonan diangkat dan didinginkan
  7. Adonan diiris tipis – tipis
  8. Jemur sampai kering
  9. Kemas dalam kantong plastik

MEMANFAATKAN BARANG BEKAS

Koran-koran bekas yang awalnya hanya mengotori rumah itu dapat Anda olah menjadi barang-barang yang memiliki fungsi sehingga bisa dipakai serta mempunyai nilai seni dan nilai ekonomis yang tinggi
Tahukah anda bahwa ternyata limbah-limbah koran tadi dapat di olah menjadi berbagai macam produk kerajinan seperti kap lampu, vas bunga, tempat tisu, tempat majalah, keranjang buah, tempat pensil, baki, keranjang sampah, dompet, wadah perhiasan, wadah telepon genggam, tempat pakaian kotor, asbak, hiasan dinding dan masih banyak lagi. Jika seperti ini bukan saja masalah rumah Anda selesai, namun ada nilai plus berupa pendapatan yang lumayan dari penjualan barang-barang kerajinan tersebut.
Sebagai gambaran untuk satu tempat pakaian kotor berukuran diameter 30 cm dan tinggi sekitar 50 cm, membutuhkan 1,5 kg kertas koran dan 1 kg kawat steinless, ditambah lem dan lainnya, dbutuhkan modal sekitar Rp 35 ribu. Namun setelah jadi produk tersebut bisa dijual dengan harga Rp 100 – Rp 125 ribu.
Adapun bahan – bahan yang diperlukan untuk membuat kerajinan dari koran bekas adalah: Kertas koran, lem, kawat dan cat.
Sedangkan alat-alat yang dibutuhkan adalah palu untuk meratakan, gunting, cutter, meteran, tang, dan beberapa peralatan sederhana lain.
  1. Secara umum cara pembuatan kerajinan dari koran bekas dapat dijelaskan sebagai berikut.
    Proses pertama diawali dengan membagi atau memotong kertas koran dan menggulungnya sebanyak kebutuhan.
  2. Satu lembar koran biasanya dibagi 6 hingga 8 bagian memanjang.
  3. Setelah itu diplintir atau digulung kecil-kecil atau sesuai ukuran yang diinginkan.
  4. Menggulungnya menggunakan kawat atau lainnya sesuai ukuran sehingga gulungan menjadi sama besarnya dan di bagian ujung akhir penggulungan dilem agar tidak terlepas.
  5. Setelah itu dianyam seperti lazimnya menganyam kerajinan anyam lainnya dengan hitungan keluar masuk dan atas bawah sesuai motif yang diinginkan atau teknik seperti jahitan.
  6. Rangkanya dipakai kawat steinless yang juga dilapisi koran.
  7. Di tiap akhir anyaman, untuk menguatkan ikatan ujungnya hanya memakai teknik selip–menyelipkan tiap ujungnya pada anyaman teakhir tanpa harus diikat.
  8. Di beri lapisan vernis atau dicat sesuai dengan warna yang diinginkan.
  9. Terakhir, dapat ditambahkan aksesoris seperti bunga atau kupu-kupu dll, untuk mempercantik.
Produk yang sudah jadi dipastikan kuat dan tahan air karena adanya dua lapisan luarnya. Lapisan tersebut adalah lapisan lem kayu untuk memperkuat serta lapisan vernis atau cat untuk mengkilapkan serta menjagahnya air masuk kedalam pori-pori kertas. Sehingga produk tersebut dipastikan kuat dan tahan air. Namun perlu diperhatikan juga bahwa produk kerajinan koran bekas ini harus dihindarkan dari tempaan sinar matahari langsung. Sinar langsung ini akan menyebabkannya warnanya akan cepat pudar.

Jumat, 09 Maret 2012

Tolong Menolong Dalam Islam

Sekali lagi di sini penulis mengatakan bahwa Islam adalah dien yang rahmatan lil’alamin, yaitu rahmat bagi semesta alam. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa Islam merupakan agama yang sarat akan manfaat dan maslahat baik bagi individu maupun sosial. Islam adalah dien yang senantiasa mengajarkan untuk memberikan manfaat dan maslahat kepada sesama manusia maupun sesama ciptaan Allah swt.
Tolong-menolong memang telah menjadi satu bagian yang tidak dapat di hilangkan dari ajaran Islam. Islam mewajibkan umatnya untuk saling menolong satu dengan yang lain. Segala bentuk perbedaan yang mewarnai keidupan manusia merupakan salah satu isyarat kepada umat manusia agar saling membantu satu sama lain sesuai dengan ketetapan Islam.
Islam memang telah mewajibkan kepada umatnya untuk saling menolong satu sama lainnya. Namun demikian, Islam pun memberikan batasan terhadap apa yang telah diajarkannya tersebut. Dien Islam merupakan sebuah ajaran Robbani yang berisikan hukum-hukum dan aturan-aturan. Maka apa yang telah diajarkan di dalam Islam pun tidak dapat dilakukan dengan semaunya sendiri, melainkan ada petunjuk atau yang di dalam istilah kesehatan biasa kita temukan, “Baca aturan pakai”.
Untuk itu, hendaknya umat Islam juga harus mengerti benar mengenai tolong-menolong yang diajarkan di dalam Islam tersebut. Aturan pakai untuk menggunakan atau menjalankan ajaran untuk saling tolong-menolong ini tentu saja hanya terdapat di dalam Al Quran dan Hadits, karena Islam adalah dien yang sumber utama ajarannya adalah Al Quran dan Hadits.
Aturan pakai yang untuk melaksanakan ajaran saling tolong-menolong yang terdapat di dalam Al Quran di antaranya adalah sebagai berikut:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-’Ashr: 1-3)
“Dan tolong-menolong engkau semua atas kebaikan dan ketaqwaan.” (QS. Al-Maidah: 2)
Selain itu, Islam juga kembali memberikan keterangan tambahan untuk dapat menjalankan perintah saling tolong-menolong tersebut dengan benar yang terdapat di dalam hadits Rasulullah saw sebagai berikut:
Dari Abdur Rahman bin Zaid bin Khalid al-Juhani ra., katanya: ” Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang memberikan persiapan – bekal – untuk seseorang yang berperang fisabilillah, maka dianggaplah ia sebagai orang yang benar-benar ikut berperang – yakni sama pahalanya dengan orang yang ikut berperang itu. Dan barangsiapa yang meninggalkan kepada keluarga orang yang berperang – fi-sabilillah – berupa suatu kebaikan- apa-apa yang dibutuhkan untuk kehidupan keluarganya itu, maka dianggap pulalah ia sebagai orang yang benar-benar ikut berperang.” (Muttafaq ‘alaih)
Dari Abu Said al-Khudri ra. bahwasanya Rasulullah saw mengirimkan suatu pasukan sebagai utusan untuk memerangi Bani Lihyan dari suku Hudzail, lalu beliau bersabda: “Hendaklah dari setiap dua orang berangkat salah seorang saja dari keduanya itu – maksudnya setiap golongan supaya mengirim jumlah separuhnya, sedang separuhnya yang tidak ikut berangkat adalah yang menjamin kehidupan keluarga dari orang yang ikut berangkat berperang itu, dan pahalanya adalah antara keduanya – artinya pahalanya sama antara yang berangkat dengan yang menjamin keluarga yang berangkat tadi.” (HR. Muslim)
Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah saw bertemu dengan sekelompok orang yang berkendaraan di Rawha’ – sebuah tempat di dekat Madinah, lalu beliau bertanya “Siapakah kaum ini?” Mereka menjawab: “Kita kaum Muslimin.”.
Kemudian mereka bertanya: “Siapakah Tuan?” Beliau menjawab: “Saya Rasulullah.” Kemudian ada seorang wanita yang mengangkat seorang anak kecil di hadapan beliau lalu bertanya: “Adakah anak ini perlu beribadat haji?” Beliau menjawab: “Ya dan untukmu – wanita itu – juga ada pahalanya.” (HR. Muslim)
Dari Abu Musa al-Asy’ari ra. dari Rasulullah saw bahwasanya beliau bersabda:
“Juru simpan yang Muslim dan dapat dipercaya yang dapat melangsungkan apa yang diperintahkan padanya, kemudian memberikan harta yang disimpannya dengan lengkap dan cukup, juga memberikannya itu dengan hati yang baik – tidak kesal atau iri hati pada orang yang diberi, selanjutnya menyampaikan harta itu kepada apa yang diperintah padanya, maka dicatatlah ia – juru simpan tersebut – sebagai salah seorang dari dua orang yang bersedekah – juru simpan dan pemiliknya.” (Muttafaq ‘alaih)
Dalam riwayat lain disebutkan:
“Yang memberikan untuk apa saja yang ia diperintahkan.” Para ulama lafaz almutashaddiqain dengan fathah qaf serta nun kasrah, karena tatsniyah atau sebaliknya – kasrahnya qaf serta fathahnya nun, karena jamak. Keduanya shahih.
Islam adalah ajaran yang bernilai Robbaniyah, yang di dalamnya terkandung hukum-hukum dan aturan-aturan untuk kemaslahatan umat manusia. Untuk itu, dalam mengaplikasikan ajaran-ajaran Islam pun tidak dapat dilakukan dengan seenaknya saja, melainkan harus mengerti benar mengenai aturan-aturannya atau aturan pakainya. Untuk perintah saling tolong-menolong tersebut, Allah swt juga telah memberikan standar aturan pakai yang harus diikuti dengan baik dan benar. Barang siapa mencoba untuk menjalankan di luar aturan pakai yang telah ditetapkan itu, maka bersiaplah untuk tidak mendapatkan hasil apa-apa dari apa yang telah dilakukannya. Atau bahkan, bersiaplah untuk over dosis karena telah menjalankan sesuatu di luar takarannya. Aturan pakai standar yang dapat kita tarik dari Al Quran dan Al Hadits di atas kurang lebih adalah sebagai berikut:
“Saling tolong menolong hanya dapat dilakukan di atas rel-rel kebenaran, yakni tetap dalam ketaatan, keimanan dan keislaman. Kemudian, saling tolong-menolong juga harus dilakukan dengan penuh kesabaran sebagai bentuk bakti atau ibadah kepada Allah swt, melaksanakan perintah Allah swt dan meninggalkan segala bentuk larangan-Nya.”
Itulah beberapa poin yang menjadi aturan pakai dalam mengaplikasikan tolong-menolong menurut ajaran Islam, yang intinya adalah bahwa tolong-menolong hanya boleh dilakukan dalam rangka untuk mencapai  maslahat dan ridho Allah swt semata. Barang siapa melakukan tolong-menolong di luar itu, maka bersiaplah untuk tidak mendapatkan balasan apapun dari Allah swt atas apa yang telah diusahakannya. Atau bahkan bersiaplah untuk mendapat murka Allah swt karena melakukan tolong-menolong di luar aturan pakai yang telah ditetapkan, misalnya tolong-menolong dalam kemaksiatan, tolong-menolong dalam perkara yang dapat merusak keislaman atau keimanan, tolong-menolong dalam melanggar aturan-aturan Allah swt dan lain sebagainya.
Islam adalah ajaran yang rahmatan lil’alamin. Oleh karena itu, Islam mengajarkan saling tolong-menolong dalam rangka untuk mencapai  maslahat dan ridha Allah swt, bukan dalam rangka bermaksiat kepada Allah swt.

akhlakul karimah

Syarat-Syarat (Kriteria) Akhlak
Suatu perbuatan dapat dikategorikan sebagai akhlak jika ia memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut:
  1. Dilakukan berulang-ulang (continue). Jika dilakukan sekali saja atau jarang-jarang maka tidak dapat disebut sebagai akhlak. Sebagai contoh: jika seseorang tiba-tiba memberi hadiah kepada orang lain karena alasan tertentu maka orang tersebut tidak dapat dikatakan berakhlak mulia.
  2. Timbul dengan sendirinya, tanpa pikir-pikir atau ditimbang berulang-ulang karena perbuatan itu telah menjadi kebiasan baginya. Jika suatu pernuatan dilakukan setelah dipikir-pikir dan ditimbang-timbang, apalagi karena terpaksa maka perbuatan itu bukanlah pencerminan akhlak. (Ensiklopedi Islam, Jilid I, 1993:102)

Sifat Akhlak Islami
Bagaimanakah yang dimaksud dengan akhlak Islami? Akhlak Islami bersumber dari Al Quran dan Al Hadits, sifatnya tetap (tidak berubah-ubah) dan ia berlaku untuk selamanya-lamanya. Sedangkan etika dan moral hanya bersumber dari adat istiadat dan pikiran manusia, ia hanya berlaku pada waktu tertentu dan di tempat tertentu saja, ia selalu berubah-ubah (berubah-ubah seiring bergantinya masa dan kepemimpinan). Perkataan etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu Ethos yang berarti kebiasaan. Adapun arti moral dari segi bahasa berasal dari bahasa latin, mores yaitu jamak dari kata mos yang berarti adat kebiasaan. Baik dan buruk dalam pandangan akhlak adalah bergantung pada Al Quran dan Hadits yang selamanya tidak akan pernah berubah. Sedangkan dalam pandangan etika dan moral, baik dan buruk adalah bergantung kepada adat istiadat dan pemikiran manusia yang masih berlaku di suatu waktu dan tempat.

Belajar Fotografi Sunset Dan Sunrise

Memotret sunset dan sunrise adalah salah satu dari sekian banyak ”foto wajib“ yang harus dilakukan oleh seorang penggemar fotografi. Kalau anda sudah pernah mencoba memotret sunset atau sunrise tetapi kurang puas dengan hasilnya, silahkan coba tips berikut ini supaya foto sunset dan sunrise bertambah baik:
1903863438_9b75d75043.jpg

Lakukan Persiapan Sebaik-baiknya

Sunset dan sunrise hanya berlangsung sekitar setengah jam. Untuk itu kita harus melakukan persiapan matang sebelumnya. Pastikan datang lebih awal dan pastikan anda sudah tahu dari  titik sebelah mana anda akan memotret. Agar komposisi akhir foto keren, lakukan observasi tempat sebelumnya. Untuk memastikan anda tidak terlambat , usahakan anda tahu jam berapa sunset atau sunrise akan tiba (karena jam sunset / sunrise berbeda dari lokasi ke lokasi).  Juga pastikan peralatan sudah siap: kamera – lensa – tripod (jika ada) serta aksesoris lainnya sudah terpasang & disetel dengan baik, sehingga saatnya tiba kita bisa sibuk memotret bukan sibuk mengeset alat. Baca lagi tips tentang komposisi.
3668234881_617c98d933.jpg

Jangan Kecewa Karena Mendung

Karena anda sudah bersusah – payah mendatangi lokasi yang jauh dan sulit, jangan kecewa kalau mendadak mendung tiba. Maksimalkan kreatifitas anda saat langit tertutup mendung. Langit mendung bukan halangan menghasilkan foto indah saat sunrise dan sunset. Cari tahu obyek apa saja yang menarik untuk difoto saat mendung atau hujan.

Jangan Terpaku Pada Wide Angle

Memotret sunset dan sunrise menggunakan lensa sudut lebar (wide angle) merupakan hal yang biasa, namun jangan terpaku hanya menggunakan lensa tersebut (kalau anda memang punya pilihan lain). Manfaatkan rentang lensa yang lain, misalnya lensa tele.
2595728993_82326e6229.jpg

Maksimalkan Siluet

Hal yang menambah daya tarik foto sunset dan sunrise adalah siluet. Siluet memberi kesan yang kuat serta memberi cerita dalam foto anda, apalagi jika anda memotret sunset atau sunrise di lokasi yang memiliki identitas kuat. Baca juga tips memotret siluet.

Bawalah Tripod

Jika anda ingin memanfaatkan teknik long shutter – membuat HDR atau panorama: tripod wajib dibawa

Gunakan Manual Focus

Karena sunset dan sunrise memiliki kualitas cahaya yang lumayan ekstrim, kadang kamera akan kesulitan menemukan fokus jika anda menggunakan mode auto focus, segera ganti ke mode manual sehingga kita tidak menyia-nyiakan waktu menunggu kamera menemukan titik fokus.
183916459_c501884355.jpg

Gunakan Preset White Balance Cloudy

Ubahlah setting white balance anda ke cloudy (biasanya dilambangkan dengan ikon mendung). Setting white balance ini akan membuat foto sunset atau sunrise lebih hangat dan warnanya lebih “menggigit”, dibandingkan kalau menggunakan setting white balance auto. Atau jika anda suka bereksperimen, cobalah setting white balance lainnya. Apa itu white balance?

Gunakan Spot Metering (SLR dan Prosumer) atau Sunset Scene (Untuk Kamera Saku)

Untuk memperoleh eksposur yang tepat, gunakan mode metering spot jika anda memiliki kamera SLR dan prosumer, atau gunakan mode scene sunset/ sunrise jika anda menggunakan kamera saku pemula. Untuk pengukuran menggunakan spot meter, arahkan titik fokus ke area sekitar matahari (jangan tepat di matahari – nya lalu lakukan metering dengan memencet separuh shutter, lalu kunci eksposur anda. Untuk kamera saku (dengan mode scene), tinggal arahkan dan jepret. Pahami mode pengoperasian kamera digital.
380260645_8cc03aa912.jpg

Jangan Berhenti Ketika Sunset Lewat

Saat memotret sunset, jangan kemasi kamera anda hanya karena matahari sudah melewati garis horison. Bertahanlah sebentar lagi, karena cahaya sesaat setelah sunset adalah salah satu cahaya paling indah yang dikeluarkan alam. Begitu juga dengan sunrise, jangan datang terlalu mepet dengan waktu matahari terbit. Cahaya sesaat sebelum sunrise adalah salah satu yang paling indah

Berdoalah Agar Alam Berpihak Pada Anda

Anda sudah jauh – jauh datang ke pantai terpencil (atau gunung), menyiapkan alarm untuk bangun jam 4 pagi dan sudah menata semua peralatan agar siap memotret, namun tiba – tiba hujan tiba. Ya apadaya, memotret di alam terbuka memang membutuhkan keberuntungan dan kesabaran, kenapa kesabaran? karena anda bisa mencoba lagi esok hari :)

Cara Belajar Dengan Benar

1. Buat kelompok belajar dengan teman-teman sekelas. Usahakan hanya terdiri dari 5-6 orang saja agar efektif. Kelompok tadi baiknya terdiri dari teman yang pintar agar bisa mengajari teman yang kurang pintar. Oh iya, usahakan kakak, orangtua atau paman dan bibi mengawasi kegiatan belajar ini ya. Bisa-bisa malah jadi acara bermain bersama kalau tidak diawasi, hehe.

2. Saat mencacat pelajaran di sekolah, tambahkanlah warna-warna atau gambar yang menarik. Sehingga ketika membaca kembali cacatan pelajaran tidak akan merasa jenuh dan malas.

Ingat jangan mencontek!

3. Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Eeits, tapi jangan dipakai untuk mencontek ya!

4. Jangan belajar berlebihan dan SKS(Sistem Kebut Semalam). Belajar dengan porsi yang seimbang. Cukup istirahat juga penting agar otak kamu tidak lelah.

5. Jangan Lupa Berdoa dan bersedekah...